Halal Bihalal dan Mangayubagyo Keberangkatan Jamaah Calon Haji KBIHU Zamzam Cabang Colomadu tahun 2026

Karanganyar (22/04/26) Di tengah hujan rintik-rintik, suasana penuh kebersamaan terasa dalam acara halal bihalal dan mangayubagyo keberangkatan 17 jamaah calon haji tahun 2026 yang tergabung dengan KBIHU Zamzam Colomadu. Lima ratusan (500 an) jemaah hadir menyemarakkan acara yang digelar di Masjid Al-Mutaqien, Malangjiwan, Colomadu. Acara yang terselenggara atas kerjasama Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Colomadu diadakan pada Rabu, 22 April 2026 sekaligus silaturahim dan halal bihalal warga Aisyiyah Colomadu. Kegiatan dimeriahkan grup rebana “Mar’atus Sholihah” ranting Malangjiwan.

Dalam sambutannya selaku Camat Kecamatan Colomadu, Sriono Budi Santoso memberikan ucapan selamat kepada 17 jamaah calon haji. Semoga semuanya menjadi haji yang mabrur. Pak Camat juga menitipkan kepada Muhammadiyah untuk turut menjaga kerukunan warga Colomadu. Sebagai organisasi yang telah ada sebelum Indonesia Merdeka, tentunya Muhammadiyah telah memiliki pengalaman yang panjang dalam berkontribusi kepada bangsa dan negara. Keberadaan KBIHU Zamzam Colomadu juga menjadi langkah nyata untuk mendekatkan layanan bimbingan haji bagi warga Colomadu. 

Di depan 500-an jemaah yang memadati serambi Masjid Mutaqien, H. Zainal Arifin mengingatkan pada tausiyahnya tentang pentingnya melaksanakan haji sebagai penyempurna rukun Islam. Bagi yang telah memiliki kemampuan harta, janganlah ragu untuk segera mendaftar mengingat antrian saat ini mencapai puluhan tahun. Haji perlu fisik yang kuat. Haji itu barangkali hanya satu kali seumur hidup. Kita harus persiapkan dengan sebaik-baiknya untuk belajar ilmu manasik haji. Hadirnya KBIHU Zamzam Colomadu tentu memberikan pencerahan untuk menyiapkan haji sedini mungkin. Di sela-sela tausiyahnya, Ketua KBIHU tersebut berharap para jamaah haji yang berangkat tahun 2026 diberikan kemudahan, kelancaran, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur. Oleh karena itu, selalu menjaga niat, kesehatan, serta kekompakan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Nilai-nilai kebersamaan yang telah dibangun selama manasik diharapkan terus terjaga sehingga membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat.

Reporter: Dian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *